Hai!!
Siapa pun itu apa kabar?
Tulisan ke tiga ini agak melelahkan hati...
Astagfirullah, astagfirullah, astagfirullah, hanya bisa aku ucapkan kata itu dengan harap menyembuhkan hati yang terluka, dengan harap aku bisa baik-baik saja. aku hanya bisa mengelus dadaku saja, seraya bertanya apasalahku terhdap kakak iparku, yang selalu dengan tiba-tiba mendiamiku, mencemberuti ku.
Selama ini aku hanya bisa terdiam mencerna semua sikapnya terhadapku, aku mencoba tetap menawarinya makan membawakan oleh-oleh setiap aku pergi dari manapun. Tapi apa yang aku dapatkan hanya sebuah cemberutan tanpa membalas sapaku, bahkan seakan-akan aku tak di izinkan bermain dengan ponakan ku.
Setelah kehilangan ibu kakiku hilang arah dan tujuan, ayah yang tak bisa aku andalkan, bahkan kakaku sendiri juga tak dapat aku andalkan. aku tak ada pegangan arahku hilang tujuanku hilang. Ku merasa sendirian di dunia ini, yang biasanya aku selalu bercerita pada ibuku, sekarang tak ada lagi orang yang mendengarkan aku bercerita, jarak semakin jelas dalam keluarga ku, kakak ku yang sudah berkeluarga, aku tak berani mengganggunya, aku hanya minta di temani oleh istrinya dan ponakan-ponakan ku, ntapi apa yang aku dapat hanya asam saja, bukan semakin dekat tapi malah semakin menjauh. Akhirnya aku memutuskan untuk baik-baik saja dengan keadaanku, mencari jalan sendiri. Tapi tetap saja aku yang disalahkan, lelah aku sangat lelah ya Allah, hanya kecewa yang aku dapat hanya sakit yang aku rasakan, aku marah ya Allah,tapi tak bisa aku menyalahkan. Aku hanya mencari jawaban apa yang harus aku lakukan dan apa salahku.
Aku lelah ya Allah, aku ingin bisa bertahan dalam semua masalah yang sedang kau berikan padaku, maafkan aku ya Allah, mungkin ini teguran dari Mu, aku yang selalu ingkar pada Mu. kuatkan hamba lancarkan segala masalah yang hamba hadapi sekarang maupun nanti. Semoga hamba mnejadi pribadi yang lebih baik.
Lelah sekali belakangan hati ini...ðŸ˜ðŸ˜